Prosedur Sertifikasi Halal MUI

Bagi masyarakat Indonesia, keberadaan sertifikat halal dari MUI mempunyai peran tersendiri sebagai salah satu poin penting bagi customer untuk mengkonsumsi suatu produk, baik makanan maupun obat, dan kosmetik. Kenapa? Karena sebagian besar masyarakat Indonesia memeluk agama Islam. Dan untuk pemeluk agama Islam, memakan makanan dan menggunakan bahan yang sifatnya halal adalah kewajiban. Untuk itu beberapa perusahaan makanan, kosmetik dan obat berlomba-lomba untuk mendaftarkan produknya ke LPPOM MUI untuk mendapatkan sertifikat halal. Bagi perusahaan yang ingin memperoleh sertifikat halal MUI, baik industry pengolahan (pangan, obat, kosmetika), Rumah Potong Hewan (RPH), dan restoran/catering/dapur masak, harus melakukan pendaftaran sertifikasi halal dan memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Berikut ini adalah tahapan yang dilewatin perusahaan yang akan mendaftarkan sertifikasi halal:

Memahami Persyaratan Sertifikasi Halal dan Mengikuti Pelatihan SJH

Perusahaan harus memahami persyaratan sertifikasi halal yang tercantum dalam HAS 23000. Ringkasan HAS 23000 dapat dilihat di website LPPOM MUI. Selain itu, perusahaan juga harus mengikuti pelatihan SJH yang diadakan LPPOM MUI, baik berupa pelatihan regular maupun pelatihan online (e-training).

Menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH)

Perusahaan harus menerapkan SJH sebelum melakukan pendaftaran sertifikat halal, antara lain: penetapan kebijakan halal, penetapan Tim Management Halal, pembuatan Manual SJH, pelaksanaan pelatihan, penyiapan prosedur terkait SJH, pelaksanaan internal audit dan kaji ulang manajemen. Untuk membantu perusahaan dalam menerapkan SJH, LPPOM MUI membuat dokumen pedoman yang dapat di download di website LPPOM MUI.

Menyiapkan Dokumen Sertifikasi Halal

Perusahaan harus menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk sertifikasi halal, antara lain: daftar produk,daftar bahan, dan dokumen bahan, daftar penyembelih (khusus RPH), matriks produk, Manual SJH, diagram alir proses, daftar alamat fasilitas produksi, bukti sosialisasi kebijakan halal, bukti pelatihan internal dan bukti audi internal.

Melakukan Pendaftaran Sertifikasi Halal

Pendaftaran sertifikasi halal dilakukan secara online di system Cerol melalui website www.e-lppommui.org. Perusahaan harus membaca user manual Cerol terlebih dahulu untuk memahami prosedur sertifikasi halal yang dapat diunduh di website di atas. Perusahaan harus melakukan upload data sertifikasi sampai selesai, baru dapatdiproses oleh LPPOM MUI.

Melakukan Monitoring Pre Audit dan Pembayaran Akad Sertifikasi

Setelah melakukan upload data sertifikasi, perusahaan harus melakukan monitoring pre audit dan pembayaran akad sertifikasi. Monitoring pre audit disarankan dilakukan setiap hari untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian pada hasil pre audit. Pembayaran akad sertifikasi dilakukan dengan mengunduh akad di Cerol, membayar biaya akad dan menandatangani akad, untuk kemudian melakukan pembayaran di Cerol dan disetujui oleh Bendahara LPPOM MUI melalui email bendaharalppom@halalmui.org

Pelaksanaan Audit

Audit dapat dilaksanakan apabila perusahaan sudah lolos pre audit dan akad sudah disetujui. Audit dilaksanakan di semua fasilitas yang berkaitan dengan produk yang disertifikasi.

Melakukan Monitoring Pasca Audit

Setelah meng-upload data sertifikasi, perusahaan harus melakukan monitoring pasca audit. Monitoring pasca audit disarankan dilakukan setiap hari untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian pada hasil audit, dan jika terdapat ketidaksesuaian agar dilakukan perbaikan.

Memperoleh Sertifikat Halal

Perusahaan dapat mengunduh Sertifikat Halal dalam bentuk softcoy di Cerol. Sertifikat Halal yang asli dapat diambil di kantor LPPOM MUI Jakarta dan dapat juga dikirim ke alamat perusahaan. Sertifikat halal berlaku selama 2 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *